"AAARGHH...... Shit!" seseorang di kelas berteriak, spontan saja semua murid langsung mengarahkan pandangan kepada orang itu, ada yang mengira dia kemasukan pocong keliling, ada yang mengira dia mau melakukan scream, ada juga yang mengira dia baru saja ditolak sama cewek. Tapi semua dugaan itu salah, karena sebenarnya dia kesal karena kalah waktu lagi main subway surfers. Dia terlalu berlebihan dalam menerima kekalahannya, apalagi cuman game doang. Kalau gue, biasanya kalau kalah main game gak gitu-gitu amat, paling hp-nya dilempar ke kepala orang.
Sering kali kita mendengar mental tempe, mental orang-orang yang mudah menyerah, bahkan saat belum mencobanya. Seperti orang yang di atas, cuman kalah gitu doang, langsung lempar hp. Ada juga lawannya, yaitu mental baja, mental orang-orang yang tidak takut gagal, bahkan setelah jatuh, mereka yang punya mental baja langsung bangkit. Ya, mereka pantang menyerah.
Ada sebuah pepatah dari Rusia yang berbunyi "Palu Menghancurkan Kaca, Tapi Palu Membentuk Baja".
Makna dari pepatah ini adalah jika jiwa lo rapuh seperti kaca, maka saat palu menghantam, jiwa kita bisa hancur berkeping-keping, yang biasa disebut dengan mental tempe. Jika lo adalah kaca, maka lo akan rentan terhadap benturan. Lo mudah tersinggung, kecewa, marah, atau sakit hati saat berhubungan dengan seseorang, yang akan dengan mudah menghancurkan hubungan tersebut.
Maka, jangan pernah menjadi kaca, jadilah baja, walaupun palu yang keras menghantam, tidak akan bisa menghancurkan jiwa lo, malah bisa saja malah membuatmu menjadi lebih bagus dan kuat. Anggaplah masalah yang menerjang adalah sebuah proses untuk membuat hidup lo jadi lebih baik.
Sepotong Baja akan lebih berguna setelah ditempa, setelah diproses lebih dahulu menggunakan palu. Setiap pukulannya memang menyakitkan, namun seorang mental baja selalu menyadari bahwa itu baik untuk dirinya. Jika lo sering ditimpa sebuah masalah, janganlah pasrah dan keliru, pikirkanlah jalan keluarnya matang-matang, agar terhindar dari masalah yang sama.
Jika lo adalah sebuah "baja", lo akan menganggap semua palu yang menghantam lo itu adalah sahabat untuk membangun diri lo ke arah yang lebih baik. Tapi, jika lo adalah "kaca", lo akan menganggap palu yang menghantam lo adalah musuh yang paling besar di dunia ini.

0 komentar:
Posting Komentar
Orang bijak berkomentar dengan baik :) silakan berkomentar, kritik, atau saran.