ZomBlog

Catatan Absurd Orang Jomblo Kronis

Ujian? Ini Yang Menentukan



Baru saja kita beres melaksanakan UKK atau Ujian Kenaikan Kelas, pasti kalian pada deg-degan, yaiyalah kan kalian masih hidup. Ujian, sebuah kata yang sangat menakutkan bagi para siswa, kenapa? Karena itu adalah sebuah momen penentu naik kelas atau tidaknya seorang siswa, atau lulus tidaknya seorang siswa. Tapi hal yang menentukan kita naik kelas bukan hanya tentang pemahaman materi atau nilai ulangan yang selalu bagus, tapi ada hal-hal lain yang sangat penting, dan paling menentukan saat ujian, yaitu ridha orang tua kita. *sok religius. Iya kan men? Jika orang tua kita tidak ridha kita tidak naik kelas gimana? Kan kita udah cape-cape belajar. Tapi tenang kalo gak naik kelas, tinggal kasih alesan kayak gini :

Temen : "Bro denger-denger lu gak naik kelas ya?"
Kamu : "Iya, emang kenapa? Kan SMA itu masa-masa terindah dalam belajar, jadi gue SMAnya mau 5 tahun."


Tinggal gitu aja, gampang kan?


Nah sekarang faktor lain yang menentukan kelulusan selain Ridha orang tua.

1. Posisi lu duduk

Kenapa? Karena posisi duduk itu sangat menentukan untuk gampang/susahnya menyontek, coba kalo kamu duduk depan meja pengawas, pasti susah kan, apalagi kalo pengawasnya botak, kumisnya tebel, badannya item, gede, ehh kalo itu sih bapak kamu. Pasti kamu lirik dikit, dia langsung menatap kamu, kamu nunduk dia langsung lihat kamu, kamu berdiri dia langsung gampar kamu. Padahal cuma mau ke air.

2. Temen sebangku lu
.
Misalnya nama kamu dari huruf A, otomatis kamu bakalan duduk di paling depan, dan kalo duduknya di depan pengawas, lu gak ada kesempatan untuk balik kanan hadap kiri serong tengah lencang depan, gak ada. Jadi faktor yang lain adalah teman sebangku kamu, berdoa aja dia pinter. Asikkan kalau dikasih tau jawabannya? Ga usah tengok kanan, tengok kiri, depan, belakang, atas bawah. Kalau ketahuan sama pengawas, bilang aja "Lagi modus pak.". Tapi alesan ini jangan digunakan jika jenis kelamin temen sebangku kamu sama, entar disangka homo.

3. Pengawas

Jika kamu duduk di paling depan, terus ga ada temen sebangku, yaudah, kamu berdoa aja supaya pengawasnya gak galak-galak amat dan gak seserem limbad. Hmmmm... hmmmmm..., gitu tuh kalo limbad ngomong, atau supaya pengawasnya ibu kantin, atau pengawasnya bapak kamu, tapi ternyata bapak kamu itu guru killer disekolah. Jangan sekali-kali berdoa supaya pengawasnya guru agama, yang ada kamu bakal diceramahin sebelum ulangan.


"Ya anak-anakku yang kucintai dan kubanggakan, janganlah kalian menyontek saat ulangan, karena sesungguhnya menyontek itu dosa. Lebih baik nilai jelek hasil sendiri daripada nilai bagus hasil nyontek." Ya kira-kira gitu ceramahnya.

Guru cewek biasanya lebih menakutkan saat mengawas, biasanya ngelilingi semua bangku, jalannya juga suka pelan-pelan lagi, dari baris paling belakang ke depan hampir 1 jam pelajaran. Itu kalo gak lagi pms, coba kalo lagi pms. Busseeet, mau ngisi daftar hadir disangka nyontek, padahal soalnya belum dikasih, mau ngoper daftar hadir ke temen, di sangka isis lagi ngerencanain pengeboman, mau ngisi ljk disangka... ahh kebanyakan. Pokoknya gitu deh, jangan mau dijaga sama pengawas cewek.

Tapi kalo dari awal kamu udah niat pengen ngerjain semua soal ulangan sendiri dan gak nyontek, itu tandanya buulllsh*t, mana ada orang yang baca postingan ini bisa ngerjain sendiri, mana ada? Yang nulisnya juga nyontek terus. Tapi, alhamdulillah, gak ketahuan. Iyalah gue kan hebat dalam hal contek-menyontek, walaupun duduk paling depan. Gak kayak kalian, udah duduk dibelakang, nyontek, remedial pula, huu kasian.




0 komentar:

Posting Komentar

Orang bijak berkomentar dengan baik :) silakan berkomentar, kritik, atau saran.

Diberdayakan oleh Blogger.
Ujian? Ini Yang Menentukan