Hari itu, langit terasa menyilaukan. Tapi, aku bersikeras untuk tetap memandang langit, membayangkan apa yang ingin ku bayangkan, dan tersenyum dalam sebuah lamunan. Ada yang mengganjal dalam kepalaku, "Apa yang terjadi jika aku bisa kembali ke masa lalu?". Pertanyaan bodoh, untuk apa kembali lagi ke masa lalu saat aku bisa bahagia di masa kini? Aku berusaha untuk membuang pertanyaan konyol itu. Tapi sia-sia, pertanyaan itu seperti parasit yang menempel dalam kepalaku.
Apakah jika kembali ke masa lalu, aku akan memperbaiki kesalahan yang membuatku malu? atau hanya sekedar berjalan bersama teman baru saat itu? Apakah jika aku kembali ke masa lalu, aku akan melakukan hal yang pernah aku sesali? Atau hanya berdiri menunggu hal yang sama terulang kembali? Apakah jika kembali ke masa lalu, aku tidak akan melakukan hal yang membuatku terluka? Atau akan tetap menjalankan hal itu walaupun aku tau hasilnya? Dan... apakah aku akan menjadi seorang anak kecil lagi dengan segala kepolosannya? Atau tetap menjadi seorang anak sma dengan segala pengetahuannya?
Dari semua pertanyaan itu, jawaban yang aku tau hanyalah bahwa aku tidak akan bisa kembali ke masa lalu. Dan untuk apa kembali ke masa lalu, dan mengubah hal yang pernah dilakukan?
Awan hitam perlahan menutupi silaunya langit. Hujan turun secara perlahan. Anak kecil pun berlarian, tapi tidak berlari kedalam rumah, melainkan berlari keluar untuk menantang derasnya hujan dan melawan dinginnya angin.
Saat itu aku sadar, tanpa masa lalu yang kelam, tak akan ada masa depan yang cerah. Andai saja saat aku terjatuh dari sepeda waktu kecil, kemudian tidak ingin naik sepeda lagi, sampai sekarang mungkin aku tidak akan bisa naik sepeda. Andai saja saat aku tidak makan sambel karena takut, aku mungkin tidak akan pernah merasakan sensasinya pedas yang luar biasa. Andai saja saat itu aku tidak naik roller coaster. Aku mungkin tidak akan pernah merasakan keseruan rasanya naik kemudian dijatuhkan dengan cepat.
Sekarang aku tau, Andai saja aku bisa kembali ke masa lalu, aku ingin berkata kepada diriku yang ada di masa lalu "Terima kasih, karena berkat kamu, aku yang sekarang menjadi lebih kuat, menjadi lebih hebat, dan yang terpenting, aku bisa bahagia sekarang ini, itu karena perjuanganmu saat ini. Terima kasih.".

0 komentar:
Posting Komentar
Orang bijak berkomentar dengan baik :) silakan berkomentar, kritik, atau saran.